Riyadh – Saat Arab Saudi terus melakukan penyelidikan atas tragedi Mina yang menewaskan lebih dari 700 jamaah, Iran malah melemparkan kec...
Riyadh – Saat Arab Saudi terus melakukan penyelidikan atas tragedi Mina yang
menewaskan lebih dari 700 jamaah, Iran malah melemparkan kecaman untuk
menghantam kerajaan.
Negara Iran dikenal
telah menghadapi angka kematian tertinggi dalam insiden dimana sebanyak 131
warga Iran meninggal, menurut al-Arabiya. Maroko
adalah tertinggi kedua yaitu sebanyak 87 orang. Tapi permusuhan Iran terhadap
Arab Saudi menyebabkan beberapa pihak mempertanyakan kevalidan jumlah tersebut.
Rumor dari Iran mengatakan bahwa Putra Mahkota Arab Saudi dan konvoi
Menteri Pertahanan Muhammad bin Salman al-Saud menyebabkan kepanikan itu dan
menyebabkan jamaah berdesak-desakan dan terinjak-injak.
“Laporan itu
mengatakan bahwa kehadiran pangeran di tengah-tengah kerumunan manusia
menyebabkan jamaah mengalami perubahan arah dan memicu kepanikan,” kata kantor
berita milik Iran, Press TV.
Harian Lebanon yang merupakan sekutu dekat Iran juga menambahkan bahwa
Salman dan rombongan dengan cepat meninggalkan tempat kejadian, dan pemerintah
Saudi berusaha untuk menutup-nutupi seluruh cerita dan memaksa membungkam media
atas kehadiran Salman di lokasi itu.
Press TV juga melaporkan bahwa sebanyak 2.000 orang meninggal dalam tragedi
itu, jauh lebih banyak daripada jumlah yang diberitakan oleh semua outlet berita
lainnya yang menyebutkan bahwa korban meninggal sebanyak 717.
“Matilah dinasti
Saudi,” teriak para demonstran di ibu kota Teheran, yang memprotes bencana di
Mina, seperti dilaporkan oleh televisi publik Iran, sebagaimana dilansir oleh CNN.
Mantan Perdana Menteri Irak Nuri al-Maliki, yang negaranya dilanda
kecamuk perang di bawah kepemimpinanya, ikut mengecam Saudi yang mengatakan
bahwa insiden ini adalah “bukti penyelenggara musim haji tidak kompeten.”
Dalam pernyataan yang dimuat di situs Kementerian, Menteri Kesehatan
Saudi Khaled al-Falih mengatakan bahwa penyelidikan akan dilakukan dengan
cepat.
“Penyelidikan atas insiden di kerumunan yang berlangsung hari ini di
Mina, yang mungkin dikarenakan beberapa jamaah bergerak tanpa mengindahkan
petunjuk oleh otoritas terkait, akan cepat dan akan diumumkan seperti yang
terjadi dalam insiden lainnya,” bunyi pernyataan itu.
Menurut Sabq.org, dalam proses penyelidikan tragedi Mina 2015,
sejumlah saksi mata di lokasi mengatakan, bahwa insiden itu diawali dengan terburu-burunya
para jamaah haji dari Iran untuk melewati dan menerobos rute jamaah lainnya
sambil mengampanyekan ide revolusi Iran. Mereka menolak diatur saat diminta
kembali ke rute yang sudah ditentukan.
Pejabat Keamanan di Saudi mengatakan, penyebab insiden Mina disebabkan
jamaah haji dari Iran tidak mengikuti rute yang sudah ditentukan pemerintah
Saudi. Ini selalu terjadi setiap tahun.
“Jamaah dari Iran
tidak mendengarkan dan mengabaikan instruksi kemudian bentrok dengan kami dan
meneriakkan slogan-slogan revolusi sebelum terjadinya insiden,” ungkap seorang
pejabat keamanan Saudi sebagaimana dikutip Sabq.org, Jumat
(25/9/2015).
Para saksi mata mengungkapkan bahwa mereka sering menyaksikan jamaah
haji dari Iran mempropagandakan apa yang mereka sebut sebagai “Revolusi Islam”
kepada jamaah haji dari negara lain. “Mereka juga kerap mengambil keuntungan
dengan memprovokasi jamaah agar bentrok (terjadi) antar jamaah dan pasukan
keamanan Saudi.”

COMMENTS