Jakarta - Musibah yang terjadi di Mina, Arab Saudi beberapa waktu lalu meningglkan rasa haru dan tangis yang mendalam. Pasalnya, sebanya...
Jakarta
- Musibah yang terjadi
di Mina, Arab Saudi beberapa waktu lalu meningglkan rasa haru dan tangis yang
mendalam. Pasalnya, sebanyak hampir 700 jamaah haji meninggal karena musibah di
Mina tersebut.
Namun, tahukah kita bahwa segala sesuatu yang terjadi tentu ada dasar
mengapa dan seperti apa hal demikian bisa tercipta?
Dilihat dari sisi teknis, ratusan juta manusia yang berkumpul di bagian
titik dalam menjalani ibadah haji merupakan riskan terjadi gesekan-gesekan. Dan
itu harus diakui. Akan tetapi, jika dilihat dari sisi-sisi lainnya, dan patut
diduga kuat, bahwa ternyata ada peran lain dalam "menciptakan"
musibah tersebut. Ustadz Firanda Andirja melalui akun Facebook-nya men-translate ceramah
imam masjidil Haram, Mekkah mencoba membagikannya sisi lain itu.
Syaikh Shalih bin Muhammad alu Thalib hafizohullah misalnya saja menyatakan
dalam khutbah Jum'atnya, bahwa sisi lain itu dapat dilihat lantang dan sedunya
Iran dalam melihat musibah Mina.
Ia menyebut apa yang diungkapkan Iran tidak lebih sebagai tipu daya
terhadap umat Islam dunia dalam perkara Mina. Dalam sejarah, sebaliknya Iran
jelas-jelas pernah mencoba membuat kerusakan di Tanah Haram itu dengan
melakukan pemboman.
من السخرية المريرة أن يصطنع النواحة من له تاريخ إجرامي في الحرم بقتل
وتفجير فيه
"Merupakan banyolan yang pahit, mereka yang memiliki sejarah
kriminal pembunuhan dan peledakan di Tanah Haram, namun berlagak menampakan
raungan kesedihan (atas wafatnya jamaah haji)."
Seolah berlaku sedih dan terharu, namun di lain sisi Iran mengirim
pasukannya ke tanah umat Islam di Irak, Yaman, dan Suriah untuk membunuh. Dan
menurutnya ini adalah hal yang timpang untuk mengakui Iran benar-benar sedih
melihat musibah di Mina.
من عجائب متصنعي البكاء على المسلمين أنهم هم من يبعثون الميليشيات في
العراق و اليمن و سوريا.
"Di antara keanehan mereka yang berlagak menangisi wafatnya (jamaah
haji) kaum muslimin, ternyata merekalah yang telah mengirim pasukan milisi ke
Iraq, Yaman, dan Suria (untuk membumi hanguskan kaum muslimin-pen)."
Sementara itu, berdasar info yang didapat, para pejabat keamanan dan
saksi mata telah dilaporkan mengatakan penyerbuan terjadi karena satu kelompok
peziarah (Syiah) yang telah menyelesaikan “jumrah” di Jamarat memaksakan diri
berjalan keluar melalui gerbang yang tidak tepat.
Sontak Raja Salman pun menginstruksikan investigasi menyeluruh atas
tragedi ini dan meminta semua pihak menanti hasilnya untuk evaluasi yang lebih
utuh.
Atas sikap, perilaku, dan tindakan Iran ini, Syaikh melihat lambat laun
umat Islam akan tahu bahwa apa yang negara Syiah itu lakukan tak lebih hanya
kedok atau topeng untuk mengelabui ahlusunnah wal jamaah.
Dan ia berharap, apa yang dilakukan atau direspon oleh Iran akan di
kemudian hari akan dibalas dengan setimpal dengan terciptanya kegembiraan bagi
kaum muslimin (ahlusunnah) di segala penjuru dunia.
ما زادتكم الأيام إلا فضحا ولا الحوادث إلا قرحا وأبشروا بما يسر المسلمين
ويسؤوكم ويكشف الغمة عن المسلمين.
"Tidaklah bertambah hari-hari kecuali semakin membongkar kedok kalian,
tidaklah terjadi peristiwa-peristiwa kecuali semakin menambah luka kalian,
nantikanlah hal yang menggembirakan kaum muslim dan menyedihkan kalian dan
hilangnya kasedihan dari kaum muslimin." [em/voaislam/islamichaber]

COMMENTS